Tawan dan Kusrin di Indonesia

Beberapa hari ini heboh pemberitaan tentang Tawan dan Kusrin. Tawan adalah Iron Man dari Bali yang telah membuat robot yang dikendalikan oleh otak untuk tangannya yang lumpuh.  Sempat dikabarkan bahwa robot yang dibuatnya ini hanya hoax semata. Sedangkan Kusrin adalah lulusan SD yang merakit televisi dari monitor bekas, sempat dilarang dan dihanguskan karyanya. Namun akhirnya diundang ke istana oleh Bapak Presiden Republik Indonesia.

Malam hari ini pikiran saya ini sedang berkelana entah kemana kemudian menganalisis kedua nama tersebut. Saya tak perlu membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia ya karena ini hanya pikiran ngawur saja. Dari analisis yang saya dapatkan akhirnya saya menyimpulkan bahwa karya kedua orang ini membantah atau bahasa lainnya mendobrak namanya. Begini....

Tawan menurut pikiran ngawur saya langsung menuju ke tawanan perang, orang yang terpenjara, tidak bebas, dan lain-lain. Tapi walaupun namanya Tawan beliau ini sungguh punya pemikiran yang sungguh di luar batas kewajaran. Menciptakan robot yang bisa dikendalikan oleh otak dan bisa bekerja dengan halus. jos gandos.

Artinya pak Tawan ini membuktikan walaupun dia terpenjara tapi sejatinya beliau bebas mengekspresikan dirinya. Kebalikannya ada orang yang bebas tapi terpenjara oleh ego dan pergaulannya. Akhirnya tak menghasilkan apa-apa.

Sedangkan Kusrin merupakan nama yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kerugian. Sebenarnya transeliterasinya sih Khusrin, he he. Bayangkan, namanya saja Orang yang RUGI. Tapi yang dilakukan pak Kusrin bukan merugikan dirinya sendiri atau orang lain. Bahkan dia memberikan manfaat yang besar kepada orang lain.

Kedua nama diatas seharusnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu bersyukur dengan nama yang sudah diberikan orang tua kepada kita semua. 

Baca ini juga Guys:

Belum ada tanggapan untuk "Tawan dan Kusrin di Indonesia"

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silahkan berikan komentar terkait artikel diatas.